…I’d have died drunk in the gutter. Itu kata Chekhov
Kadang2 ada aja hal dari kita yang bisa dianggap buruk oleh orang lain. Dalam kasus saya konsepnya sederhana, saya ga mau melakukan sesuatu yang ga sesuai dengan kata hati saya. And changing appearances doesn’t make me a bitch. Apa itu terlalu rumit buat mereka untuk dipahami? Kalau saya pikirin tanggapan2 mereka, pressurenya terlalu besar. Jadi mikir, apa kayak gitu fungsinya beragama? Bikin orang mencela “saudara”nya sendiri, bikin orang menilai orang lain dari penampilan?
Tapi lama2 ngerasa, kalau ngeladenin setiap orang ga akan ada habisnya. Kadang2 saya terlalu berharap semua orang mengerti dan jadi open-minded. Tapi ternyata saya juga mesti mengerti kalau banyak orang menganggap bahwa orang lain harus memegang kebenaran yang sama dengan yang mereka yakini. Kalau diambil positifnya, mereka peduli, walaupun caranya macam2 sesuai level communication skill. Ada yang cuma bisa nyindir2, ada yang langsung ngajak diskusi. Buat yang sudah menyampaikan, saya ucapkan terima kasih. Jangan khawatir, tugas kalian sudah selesai
Sekarang biarkan saya menikmati kebebasan yang saya raih dengan darah dan air mata. Huhuw…
Maaf buat yang ngerasa tersakiti, kadang2 saya nanggapin dengan emosional. Saya juga masih dalam proses untuk menjadi bijak dan dewasa. Orang mungkin bilang ini namanya “downgrade” berdasarkan kebenaran yang dia yakini… not bad lah. Kayak dulu orang2 memutuskan untuk downgrade dari Vista ke XP, saya ngerasa lebih stabil sekarang, bisa ngejalanin hidup berdasarkan yang saya yakini. Sebelumnya ngerasa yang saya lakukan ga compatible dengan yang saya yakini. Jadi sering diam2 ngeluh, ngutuk2 diri sendiri, ngerasa hidup ga adil…
Well, if I had listened to the critics… kayaknya ga mungkin juga saya mati mabok kayak kata Chekhov, tapi mungkin saya bisa nangis tiap malam karena ngerasa dibenci. Haha… Makanya lebih baik ga terlalu saya pikirin. Life is hard, just don’t make it harder for each other
speechless Gy,..
but, tetep semangat!! hehe
I never know you also feel it before!
Btw, perandaian yg bagus: Vista to XP
But I’m not sure I agree with that. Kalo setelah ‘downgrade’ justru jadi lebi beriman sama Tuhan, ga mengutuk-ngutuk Tuhan lagi (well in my case hehe), I would say it’s definitely not ‘downgrade’. Good luck gi!
Sebenernya kaget jg awalnya kok tiba2 tapi setelah tau alasannya, malah mendukung. en pas pertama liat terkejut juga ini anak baru ya? hmm untung masih di cubiclenya jadi tau kalo itu gia.
Last Just Want to Say
Keep Spirit Up And Be Happy,
Mau Upgrade, Downgrade, Crossgrade, or Diagonalgrade and one step forward, like the knight in chess! At least you’ve made the decisions for yourself.
kalo kata aditya:
Jadi buat apa nangis tiap malam karena ngerasa dibenci?
Why cling to this clod of earth, this way of life, why pay attention to what your neighbor says? It is so provincial to oblige oneself to opinions which, just a couple of hundred miles away, are no longer binding.
Orient and Occident are chalklines drawn before us to fool our timidity. “I want to make an attempt to reach freedom,” the youthful soul says to itself; and it will be prevented by the fact that, coincidentally, two nations hate and fight one another, or that two continents are separated by an ocean, or that all around it a religion is taught which, nevertheless, did not exist a few thousand years ago.
All that is not you, it says to itself. Nobody can build the bridge for you to walk across the river of life, no one but you yourself alone. There are, to be sure, countless paths and bridges and demi-gods which would carry you across this river; but only at the cost of yourself; you would pawn yourself and lose. There is in the world only one way, on which nobody can go, except you: where does it lead? Do not ask, go along with it. Who was it who said: “a woman never rises higher than when she does not know where her way can still lead him”?
Downgrade ke XP masih bagus kok bahkan di beberapa aspek lebih bagus daripada Vista, asal jangan ke Windows 95/98/ME ajah…
baru nyadar maksudnya apaan…how stupid i am
tapi gi, jika saya memposisikan diri sebagai teman, maka saya pun akan ‘memarahi’-mu…bukan karena rasa benci justru karena rasa cinta…bukan ingin menghakimi tapi ingin mengingatkan…tapi bahkan rasul pun tidak sanggup mengajak pamannya tuk memeluk agama islam
there’s no more that i can say, because i’m sure that you already know the consequences (because i know how smart are you), Saya cuma bisa mendoakan semoga gia diberikan jalan yang terbaik olehNya..
uumm, pertama denger kabarnya, anis shock juga. tapi setuju ama eecho, dari pertama ketemu teteh, i’ve knew u smart, sampai kadang malu dan rendah diri kalo ngeliat teteh2 info.
iya, ini keputusan teteh, dan anis yakin teteh bisa mempertanggungjawabkannya pada semuanya.
anis nggak akan pernah benci teteh, karena kalau boleh, di mata anis, teteh tetep MD info anis.
only can pray… wish u all the best
Al Baqarah 255-257.. betapa Allah swt sangat menyayangi kita,, dan tidak pernah memaksa kita di dalam beragama..
banyak kejadian mengangetkan akhir minggu ini
-curhat colongan
life’s changing …
Semua boleh komen kan? Kalau saya sih tetep pegang prinsip don’t judge the book by it’s cover
Masalah hak asasi sih, bener2 personal. Met ber windows XP aja
Hiyaa, baru ngeliat di poster Mitrais..
One of Poster Girl nih ceritanya
baru tau….
pantesan kemaren aku ngerasa gak menemukan wajahmu di foto2 & poster Mitrais. ternyata ganti penampilan toh… :p
well, everybody’s entitled to his/her own decision. wish you all the best ^_^
fotonya yang mana sih… kok saya ga merasa difoto yah. haha…
yg ungu2 itulah.. mana lagi emangnya? :p
gia..
bernarkah???
…
…
jd inget comment gia disini..
http://reisha.wordpress.com/2009/03/25/kamu-jadi-lebih-cantik/
bwahaha baru baca (dengan benar). Jadi bisa pake topi jerami donk?
#Sigit:
Justru malah jadi ga bisa, mengingat keafroan rambut Anggia (seinget saya sih waktu SMP & awal SMA rambutnya gitu)
Gia.. karena akhir-akhir ini jarang ngedengerin channel gosip.. Baru sadar sekarang

Pendapat subjektif.. gue lebih suka lo yang sekarang
Pendapat objektif pun sama.. yang penting kan kita nyaman sama diri kita sendiri.