Archive for March 27th, 2008

Nonton AAC

Setelah kmaren ibu saya nonton AAC bersama ibu2 pengajian dan setelah ngeliat postingan Indi di sini, saya baru keingetan mo komentar juga :P Berawal dari Sigit yang ga tau knapa ngebet banget pengen nonton AAC, akhirnya kira2 dua minggu yang lalu saya dan beberapa teman ikutan nonton di BSM. Mungkin banyak orang yang memprediksi filmnya bakal jelek, seperti kata Reisha di sini. Tapi guess what, saya lebih suka filmnya daripada novelnya. Hahaha… Oke, mungkin emang pada dasarnya saya adalah satu dari sedikit(?) orang yang ga suka novelnya, jadi saya berharap Hanung bisa ngubah cerita sedikit2 kayak waktu film Jomblo (soalnya menurut saya Jomblo jadi lebih bagus filmnya daripada novelnya)

Sebenernya sepanjang film saya dan teman2 juga cekikikan terus. Bagian paling kocak mungkin waktu Surya Saputra muncul (satu ruang bioskop spontan ketawa) Mungkin kalo orang2nya ngomong ga pake bahasa Indonesia, filmnya ga akan se-”kocak” itu kali yah. Untuk setting menurut saya bagus. Ada yang bilang di beberapa bagian keliatan tempatnya Indonesia banget, tapi saya sih cukup teryakinkan. Emang kalo sebagai film, secara keseluruhan film AAC ini ga memuaskan (walopun lebih mending daripada film2 setan), tapi ada beberapa hal yang bikin saya lebih suka film daripada novelnya:

  • Banyak yang bilang kalo filmnya ga menangkap esensi novelnya karena ceritanya terlalu cepat dan banyak di-skip (terutama bagian pernikahan Fahri dan Aisyah). Menurut saya justru itu keputusan yang benar, soalnya bagian cerita itu emang jadi kelemahan novelnya, bikin alurnya kacau di tengah2. Di novelnya kayak keasikan gitu nyeritain detail pernikahan (rencana bulan madu, masa lalu Aisyah, gombalan aneh, dsb), jadi ngebosenin. Di filmnya, ceritanya lebih cepat bergulir ke bagian penjara yang lebih seru, ditambah adanya tokoh yang ngasih wejangan2 di penjara.
  • Karakter cewe2 di filmnya juga tampak lebih tergali. Kalo di novel, empat cewe itu karakternya tampak sama semua, mehe2. Di film juga masih mehe2 sih (hahaha…) tapi tiap karakter lebih tampak “beda” dari yang lain. Misalnya Maria yang kayak jago komputer (atau lebih jago daripada Fahri), Nurul yang kayak stalker, Aisyah yang kayak anak manja (apa2 minta sama keluarganya yang kaya). Kalo yang satu lagi kayaknya sama aja yah :P

Kalo kata Astrid (yang sama2 ga suka novelnya juga), filmnya justru lebih parah karena ditambahin cerita setelah Fahrinya poligami. Hahaha… Tapi gpp lah. Intinya, kalo pengen komentar2, seru2an dan cekikikan di bioskop bareng temen2, udah cocok banget nonton film ini.


Calendar

March 2008
M T W T F S S
« Jan   Apr »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

a