Ada satu cerita yang pernah saya baca di buku kumpulan kisah Nasruddin Hoja (bayangkan settingnya Turki abad ke-15)
Alkisah, pada suatu hari seorang ayah dan anaknya berjalan-jalan ke kota menggunakan seekor keledai. Si Anak duduk di atas keledai, sementara Si Ayah berjalan menuntun keledainya. Ketika mereka lewat di depan serombongan orang, terdengar salah satu dari mereka berkata, “Dasar anak tidak tahu diri, membiarkan bapaknya yang sudah tua kelelahan berjalan sementara dirinya enak-enakan duduk.”
Mendengar hal itu, Si Anak turun dan meminta ayahnya naik ke punggung keledai. Akhirnya Si Ayah yang duduk dan Si Anak menuntunnya. Beberapa lama kemudian, mereka melewati segerombolan orang yang lain. Terdengar komentar, “Dasar lelaki tidak tahu diri, enak-enakan menunggang keledai dan menyuruh anak kecil kepayahan menuntunnya.”
Setelah itu, Si Ayah turun dari keledai dan menuntun keledai bersama anaknya. Saat mereka melewati serombongan orang, terdengar lagi komentar, “Dasar orang bodoh, membawa keledai tapi tidak digunakan.”
Akhirnya mereka berdua sama-sama naik ke atas punggung keledai. Tak lama kemudian terdengar lagi komentar, “Dasar manusia kejam, tak punya belas kasihan pada binatang. Masa keledai kecil itu dinaiki berdua?”
Nah, hikmahnya adalah… jangan jalan-jalan sambil bawa keledai
Hehe, becanda… Dikisahkan beberapa saat kemudian, mereka berhenti di jalan. Setelah sejenak menarik nafas, Si Ayah berkata kepada anaknya, “Anakku, demikianlah manusia. Kau tidak akan pernah bisa memuaskan semuanya.”
WOW!!! Gi, sy uda srg denger cerita itu, tapi baru tau terakhirnya si Nasruddin bilang kaya gitu. Sugoi… Emang bener juga ya. Noone can satisfy everyone.
tuh crita kayaknya ada di buku cerita 1001 malam Abu Nawas….
Itu Pak Nasruddin ngomong “Anakku,” sama nggak seperti bu Inge ngomong “Anakku?!”
BTW hikmahnya kan kita harus punya prinsip Gi, jangan mau terbawa pendapat orang banyak tanpa dikaji…
okay..kita emg harus punya prinsip,
tp juga tetep harus bertoleransi dg orang lain kan..
so? bingung dah,
dalam hidup emg harus ada yg dikorbankan [ra nyambung ^^]
gi, sug ghoiiiiiii ….
klo nasruddin kan bilangnya “Anakku, demikianlah manusia. Kau tidak akan pernah bisa memuaskan semuanya.”
klo saya paling bilang “Anakku, lain kali klo kita berpergian naek angkot aja ya“
Tapi itu nasruddin ya? dia tuh punya anak ya? sy sering denger sih cerita ini tapi nggak tau klo itu tuh nasruddin.
bukan… kalo di cerita yang di buku itu, nasruddin tuh si anaknya…
yg jelas komentar org itu beda2

btw, ko pada nganggap nashruddin itu sebagai ayah
padahal ga disebutin di cerita ya gi?
btw komentar2nya negatif smua ya?
ga ada yg positif napa?
jwb:namanya jg kisah..
Kadang kita harus dengerin orang lain
tapi kadang ga semua kata orang harus didengerin..
Yang agak susah menurutku,
menentukan kapan saatnya ngedengerin orang lain
dan kapan saatnya anjing menggonggong kafilah berlalu
kekeke.. saya juga nulis cerita yang sama.. cuman pake bumbunya beda.. ga masalah yang penting maknanya..
oyo.. salam kenal.