Ada satu cerita yang pernah saya baca di buku kumpulan kisah Nasruddin Hoja (bayangkan settingnya Turki abad ke-15)
Alkisah, pada suatu hari seorang ayah dan anaknya berjalan-jalan ke kota menggunakan seekor keledai. Si Anak duduk di atas keledai, sementara Si Ayah berjalan menuntun keledainya. Ketika mereka lewat di depan serombongan orang, terdengar salah satu dari mereka berkata, “Dasar anak tidak tahu diri, membiarkan bapaknya yang sudah tua kelelahan berjalan sementara dirinya enak-enakan duduk.”
Mendengar hal itu, Si Anak turun dan meminta ayahnya naik ke punggung keledai. Akhirnya Si Ayah yang duduk dan Si Anak menuntunnya. Beberapa lama kemudian, mereka melewati segerombolan orang yang lain. Terdengar komentar, “Dasar lelaki tidak tahu diri, enak-enakan menunggang keledai dan menyuruh anak kecil kepayahan menuntunnya.”
Setelah itu, Si Ayah turun dari keledai dan menuntun keledai bersama anaknya. Saat mereka melewati serombongan orang, terdengar lagi komentar, “Dasar orang bodoh, membawa keledai tapi tidak digunakan.”
Akhirnya mereka berdua sama-sama naik ke atas punggung keledai. Tak lama kemudian terdengar lagi komentar, “Dasar manusia kejam, tak punya belas kasihan pada binatang. Masa keledai kecil itu dinaiki berdua?”
Nah, hikmahnya adalah… jangan jalan-jalan sambil bawa keledai
Hehe, becanda… Dikisahkan beberapa saat kemudian, mereka berhenti di jalan. Setelah sejenak menarik nafas, Si Ayah berkata kepada anaknya, “Anakku, demikianlah manusia. Kau tidak akan pernah bisa memuaskan semuanya.”
Recent Comments