“Kita mesti bersyukur. Masih banyak orang lain yang kurang mampu…”
Kalimat ini pasti sering kita dengar. Kadang-kadang kalimat seperti ini tampak bagus dan tampak sangat wajar. Intinya kita harus melihat ke bawah agar mau bersyukur. Saya masih ingat waktu itu ada yang bilang, kalau kita ngiri sama orang yang udah punya mobil sementara kita masih naik motor, lihat ada saudara-saudara kita yang harus jalan kaki. Kalau kita cuma bisa jalan kaki, lihat ada saudara-saudara kita yang ga bisa jalan.
Tapi kadang-kadang saya rasa konsep itu aneh juga. Kalau kita disuruh lihat ke bawah untuk dapat bersyukur, seandainya kita yang paling bawah, apa yang bisa kita syukuri? Mungkin yang ada malah “syukurin!” Bersyukur dapet C karena ada yang dapet D, bersyukur wajah biasa aja karena ada yang lebih jelek. Jadi kalau kita mau bersukur, harus ada orang lain yang lebih sengsara gitu? Kesannya kita bukannya mensyukuri apa yang kita punya, tapi menyukuri apa yang orang lain ga punya. Atau mungkin istilahnya “bersyukur di atas penderitaan orang lain” :p
Hehe… ya pasti maksudnya baik sih, cuman kok rasanya kurang sreg aja. Lihat ke bawah itu bagus kalau kita ingin peduli. Lihat ke atas bagus kalau kita ingin maju. Lihat ke samping bagus kalau kita ingin ngeceng :p Kalau kita ingin bersyukur? Hmm… Mungkin kita cuma perlu lihat ke dalam. Kita bisa lihat ke dalam diri kita sendiri dan menyadari betapa banyak anugerah yang diberikan pada kita, tanpa harus membanding-bandingkannya dengan apa yang orang lain punya atau tidak punya.
Recent Comments