Sebagai komedi, film ini bukan film yang bikin penontonnya selalu tertawa terpingkal-pingkal. Sebagai drama, film ini juga bukan film yang bikin perasaan terharu dan terhanyut. Tapi ada satu kata yang menurut saya bisa mendeskripsikan film ini: menyegarkan! Kalau ada yang tanya, ”Ada film yang rame ga?”, saya akan jawab, ”Little Miss Sunshine!”
Ceritanya cukup ringan, tentang suatu keluarga yang melakukan perjalanan untuk mengantarkan anak bungsunya ke tempat diadakannya “Little Miss Sunshine”, kontes kecantikan anak-anak. Keluarga ini terdiri dari kakak laki-laki, adik perempuan, ayah, ibu, paman, dan kakek. Karakter dan masalah tiap anggota keluarga ini macam-macam. Ada si ayah yang selalu memandang sesuatu dari segi “winner-loser”, si kakek yang doyan ngedrugs dan baca majalah xxx, si ibu yang disinisin ama kakek karena ga bisa masak, si paman yang intelek tapi putus asa karena ditolak cowok (nah loh :p), si adik yang agak-agak “terobsesi” sama kontes kecantikan, dan si kakak yang mogok bicara sampai impiannya sebagai penerbang terwujud. Dalam perjalanan, kadang-kadang terjadi peristiwa malang, aneh, atau lucu. Walaupun ada halangan, mereka terus berusaha demi sampai di tempat tujuan.
Dalam cerita yang ringan dan dibungkus komedi, pesan yang disampaikan film ini mengena dan berkesan. Kadang-kadang ada film yang jalan cerita tokoh-tokohnya begitu sempurna, misalnya si tokoh bisa sangat sukses atau si tokoh yang mulanya dianggap aneh bisa mengambil simpati orang banyak. Di film ini ga ada yang seperti itu. Film ini bercerita tentang “losers” dan tentang ketidaksempurnaan. Tokoh-tokoh dalam film ini dihadapkan pada kenyataan bahwa jalan hidup mereka dan diri mereka sendiri tidak selalu seperti yang mereka harapkan. Namun pada akhirnya, inti perjalanan mereka adalah bagaimana mereka belajar menerima orang lain dan diri mereka apa adanya.
Recent Comments