Archive for January, 2007

Many-to-Many

Mungkin bahasan ini udah rada lama yah, tapi masih menarik buat disebarluaskan. Hehe… Di kolom bahasa Majalah Tempo dua minggu kemarin (edisi 15-21 Januari 2007), ada pembahasan tentang istilah “poligami” di Indonesia. Di sana dibilang, dalam KBBI, poligami adalah “sistem perkawinan yang salah satu pihak memiliki atau mengawini beberapa lawan jenisnya dalam waktu yang bersamaan.”

Kalau KBBI masih dijadikan pegangan berbahasa di Indonesia, berarti serem juga ya orang-orang yang suka bilang “Dukung poligami.” Soalnya poligami kan mencakup poligini dan poliandri. Repot, masa perkawinan many-to-many gitu… mesti bikin tabel baru :p

Little Miss Sunshine

Sebagai komedi, film ini bukan film yang bikin penontonnya selalu tertawa terpingkal-pingkal. Sebagai drama, film ini juga bukan film yang bikin perasaan terharu dan terhanyut. Tapi ada satu kata yang menurut saya bisa mendeskripsikan film ini: menyegarkan! Kalau ada yang tanya, ”Ada film yang rame ga?”, saya akan jawab, ”Little Miss Sunshine!” ;)

Ceritanya cukup ringan, tentang suatu keluarga yang melakukan perjalanan untuk mengantarkan anak bungsunya ke tempat diadakannya “Little Miss Sunshine”, kontes kecantikan anak-anak. Keluarga ini terdiri dari kakak laki-laki, adik perempuan, ayah, ibu, paman, dan kakek. Karakter dan masalah tiap anggota keluarga ini macam-macam. Ada si ayah yang selalu memandang sesuatu dari segi “winner-loser”, si kakek yang doyan ngedrugs dan baca majalah xxx, si ibu yang disinisin ama kakek karena ga bisa masak, si paman yang intelek tapi putus asa karena ditolak cowok (nah loh :p), si adik yang agak-agak “terobsesi” sama kontes kecantikan, dan si kakak yang mogok bicara sampai impiannya sebagai penerbang terwujud. Dalam perjalanan, kadang-kadang terjadi peristiwa malang, aneh, atau lucu. Walaupun ada halangan, mereka terus berusaha demi sampai di tempat tujuan.

Dalam cerita yang ringan dan dibungkus komedi, pesan yang disampaikan film ini mengena dan berkesan. Kadang-kadang ada film yang jalan cerita tokoh-tokohnya begitu sempurna, misalnya si tokoh bisa sangat sukses atau si tokoh yang mulanya dianggap aneh bisa mengambil simpati orang banyak. Di film ini ga ada yang seperti itu. Film ini bercerita tentang “losers” dan tentang ketidaksempurnaan. Tokoh-tokoh dalam film ini dihadapkan pada kenyataan bahwa jalan hidup mereka dan diri mereka sendiri tidak selalu seperti yang mereka harapkan. Namun pada akhirnya, inti perjalanan mereka adalah bagaimana mereka belajar menerima orang lain dan diri mereka apa adanya.

Radio Gaul

Buat yang suka dengerin radio berita El Shinta malem-malem, pasti tau acara diskusi interaktifnya. Acara ini ngebahas topik yang lagi ”hot”, biasanya ada narasumber dan pendengar bisa nelpon atau nge-sms buat nanya atau menyampaikan pendapatnya. Suatu malam, karena agak jenuh saya pindahin ke sebuah ”radio gaul”. Ternyata lagi ada sesi curhat gitu. Isi semua curhatnya kira-kira ampir sama sih, ngerasa bingung gara-gara masalah ”cinta”. Ngedengernya agak-agak gimanaaa gitu. Ga kenapa-kenapa sih, tapi keingetan minggu-minggu sebelumnya di diskusi interaktif El Shinta. Waktu lagi anget-angetnya bahas harga beras yang naik dan operasi pasar, trus ada seorang ibu yang nge-sms, ”curhat” tentang bingungnya dia, takut anaknya harus makan nasi aking. Jadi rasanya kok masalah bingung cinta-cintanya ga penting banget sih. Hehe…

Yaa, sekali lagi, ga kenapa-kenapa sih soal sesi curhatnya. Namanya juga anak muda kali ya, seneng curhat masalah ”cinta”. Tapi kalo dipikir-pikir, kenapa yah radio-radio yang segmennya anak muda ini kayanya jarang bahas berita. Jadinya diskusi yang ada tentang hal-hal yang gitu-gitu aja. Padahal perasaan di radio dangdut juga suka ada berita. Kalau ada berita kan anak-anak muda yang ga gitu suka menyempatkan diri cuma buat denger berita bisa sekalian gaul juga dengan berita-berita nasional dan internasional. Bisa menciptakan generasi muda yang (mungkin tanpa disadari) lebih aware dengan keadaan sekitar. Hoho… bahasanya…

Kalau sekarang kan biasanya parameter ”gaul”nya seseorang itu dilihat dari dia punya banyak temen, tau info-info hiburan dan event-event hiburan… Gimana ya kalau yang disebut ”gaul” itu juga tau info-info peristiwa sekitar atau peristiwa dunia? Kayanya asik banget kalau di radio anak muda ada diskusi interaktif kayak di El Shinta, dengan gaya anak muda tentunya, dan tetap diselingi lagu-lagu ngetop. Jadi kalau biasanya bahas persaingan antar artis, ntar bahas persaingan antar cagub… kalau biasanya bahas penyelidikan kasus artis, ntar bahas penyelidikan kasus katering haji… kalau biasanya bahas ada album baru atau artis baru, ntar bahas buku bestseller baru atau sekjen PBB baru :p Ga usah selalu intelek, cuma ngomentarin ”Ban Ki Moon ganteng” juga asik-asik aja. Toh bapak-bapak dan ibu-ibu yang ngasih komentar di El Shinta juga ga selalu serius.

Hmmm…. dasar pendengar, bisanya ngayal-ngayal aja… Tapi moga-moga di masa depan ini bukan ngayal aja. Atau mungkin El Shinta yang harus dibikin lebih funky yah, misalnya bikin semacam El Shinta ABG gitu? Hehehe.. :D

Ikan Cod dan Ayam

Akhirnya bisa ngenet juga… Setelah liburan tahun baru yang biasa aja tapi sukses (karena ga mikirin UAS :p) Pas taun baruan, saya dan keluarga ke rumah kakek di desa Cangkuang, masih dalam suasana Idul Adha. Sebelum ke rumah kakek, kami jalan-jalan ke Ciwidey dulu. Ternyata di sana banyak banget sales telepon loh! Gileee, ekspansinya kmana-mana. Ckckck… Tapi bukan itu yang mo ditulis di sini :D

Waktu di rumah kakek, saya sempet ngobrol sama Bapak dan paman saya tentang suatu hal. Pasti pada tau kan, kmaren2 pas ada kejadian di Taiwan dan link Asia ke jaringan internasional putus, ada satu nama “pakar telematika” yang mulai kembali sering muncul di media. Ternyata Bapak dan paman saya juga mencium keanehan dalam penyebutan “pakar” ini. Bukan, kami bukan ngomongin orangnya sih, tapi bicara soal fenomenanya. Seseorang yang dipandang oleh beberapa orang “kayanya ga jago2 amat” tapi bisa ngomong seringkali keliatannya begitu disayang oleh media dan dipercaya oleh masyarakat.

Terkait hal ini, paman saya yang kerjanya di Inggris pernah denger sebuah anekdot di sana. Katanya, ikan Cod itu sekali bertelur bisa ampe seratus. Sedangkan ayam, sekali bertelur paling cuma satu (iya ga sih? saya ga beternak ayam soalnya). Tapi… walaupun ikan Cod punya telur seratus, orang-orang cuma tau kalau ayam yang bertelur. Kenapa?

Karena ayam berkotek…

Huhuh… Mungkin ini sama seperti yang dulu pernah dikhawatirkan salah satu temen saya. Dia bilang, sekarang ini kayanya orang yang jago ngomong, walaupun sebenernya kemampuannya ga hebat2 amat, lebih dianggap hebat daripada orang yang sebenernya kemampuannya lebih bagus tapi ga gitu jago ngomong. Hmm… agak2 terusik juga sih mikirin itu semua. Tapi emang udah saatnya saya belajar “berkotek”. Petok… Petok…


Calendar

January 2007
M T W T F S S
« Dec   Feb »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

a